Tuntunan Praktis Menulis Makalah

Kumpulan pengalaman Bapak Mikrajuddin Abdullah, Institut Teknologi Bandung. Artikel Tuntunan Praktis Menulis Makalah untuk Jurnal Ilmiah Internasional, yang panjangnya 131 halaman, yang saya temukan dalam bentuk .Pdf setelah mencari-cari referansi teknik penuliasan pembuatan makalah, akhirnya khatam sudah tulisan tersebut dibaca, yang kemudian saya resume menjadi seperti berikut :

Mikrajuddin Abdullah

Institut Teknologi Bandung

Riset adalah usaha untuk mencari pemecahan/jawaban terhadap permasalahan yang belum terjawab. Oleh karena itu riset dimulai denganidentifikasi adanya masalah di bidang sains atau teknologi, kemudianmelakukan pecobaan, analisis, simulasi, perhitungan untuk mencarijawaban atas masalah tersebut. Jawaban atas masalah inilah yang harusdiumumkan kepada komunitas ilmiah dalam bentuk makalah ilmiah ataupaten.

Perlu dipahami bahwa riset yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yang benar akan menghasilkan kesimpulan serupa jika dilakukan oleh orang lain. Orang lain dari lokasi manapun yang mengulang langkah-langkah yang dilaporkan akan mendapatkan kesimpulan yang sama. Jika orang lain mengulangi langkah-langkah yangdilaporkan tetapi tidak pernah menghasilnan kesimpulan serupa makapublikasi yang telah dilakukan akan menjadi bahan pertanyaan. Pernah terjadi sejumlah publikasi ditarik kembali dari jurnal yang telah memuatnya karena peneliti lain yang mengulang langkah-langkah yang dilaporkan tidak pernah mendapatkan kesimpulan yang sama. Publikasi tersebut mungkin dilakukan tanpa menerapkan metode ilmiah yang benaratau telah dilakukan manipulasi data. Data yang ditampilkan bukan dataasli yang diperoleh dari percobaan tetapi data hasil karangan agar seolah olah peneliti telah menemukan hasil luar biasa. Cara semacam ini harus benar-benar dihindari karena pasti akan terdeteksi jika ada peneliti lain yang mencoba melanjutkannya.Riset harus mengandung unsur baru (originalitas), yaitu topik yangdikerjakan belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Karena pada dasarnya riset adalah mencari jawaban atas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang belum diketahui oleh siapa pun di dunia ini. Karena belumpernah dilakukan orang maka riset sering kali sulit (masih gelap). Parapeneliti harus memiliki mental kesabaran yang luar biasa. Seringkali hasilyang diharapkan tidak langsung didapat setelah melakukan sekaliperobaan, tetapi baru diperoleh setelah melakukan berkali-kali percobaan.Lebih diutamakan lagi adalah melakukan pengulangan beberapa kalisehingga hasil yang diperoleh merupakan hasil yang benar, bukan hasilkebetulan. Itulah sebabnya mengapa produk dari kegiatan riset tersebutbaru bisa ditulis dalam bentuk makalah ilmiah atau dokumen paten setelahmelakukan riset selama beberapa bulan, bahkan bisa beberapatahun.

Bagaimana Memulai Riset

Bagimana kita memulai riset sehingga riset kita akan menghasilkan penemuan baru yang dapat digunakan untuk menulis makalah ilmiah ataudipatenkan? Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai berikut.Kita harus bisa mengidentifikasi masalah apa yang belum adajawabannya. Untuk itu kita perlu banyak membaca referensi, khususnyareferensi pada publikasi terbaru. Riset tidak bisa terpisah dari membacahasil penelitian terbaru sehingga kita meyakini bahwa apa yang akan kitakerjakan memang belum dilakukan orang di seluruh dunia. Jika kitamelakukan penelitian yang sudah dipublikasikan orang maka padahakekatnya kita tidak melakukan penelitian.Dalam makalah-makalah yang diterbitkan di sejumlah jurnal kadangdijumpai masalah yang belum terjawab. Sebagian dari masalah tersebutdiungkapkan oleh penulis secara langsung dan sebagian tidak diungkapkansecara langsung atau bahkan tidak disadari oleh penulisnya. Di sinikemampuan para periset ditantang dan dia harus mampu mengidentifikasisendiri. Untuk ini perlu perenungan yang mendalam ketika kita membacamakalah orang dan tentu saja perlu kebiasaan yang cukup lama. Sangatmustahil kita memiliki kemampuan mengindentikasi masalah-masalahyang masih ada di makalah-makalah ilmiah andaikan kita baru sajamemulai kebiasaan membaca makalah ilmiah.Kita juga harus yakin bahwa fasilitas, dana, atau waktu yang kitamiliki atau institusi kita miliki akan cukup untuk melaksanakan risettersebut. Jangan melakukan riset yang memerlukan biaya amat besar yangtidak mungkin kita mendapatkan biaya tersebut. Jangan melakukan risetyang memerlukan peralatan canggih dan mahal di mana kita tidakmemiliki alat tersebut atau tidak memiliki akses untuk menggunakan alattersebut. Jika riset yang akan kita lakukan memerlukan high resolutiontransmission electron microscope (HRTEM) sedangkan di institusi kitaatau di dalam negeri tidak tersedia alat tersebut dan kita tidak memilikijejaring di luar negeri yang memiliki fasilitas HRTEM, lebih baiktinggalkan topik riset tersebut.Pada akhirnya akan tampak bahwa riset adalah seni untukmenyelesaikan permasalahan yang ada di bidang ilmu pengetahuan danteknologi. Di sini periset dituntut kemampuan imajinasi untukmengidentifikasi masalah, kemampuan imajinasi untuk memperkirakan

cara untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk “memanage”fasilitas riset yang ada, biaya yang ada, dan waktu yang tersedia. Periset dituntut kemampuan untuk mencari dan mempelajari referensi-referensiterbaru. Periset dituntut kemampuan untuk menulis makalah dalam bahasaIndonesia atau Inggris. Periset ditutuntut kemampuan untuk menulis danmengajukan paten jika hasil riset memiliki potensial komersialisasi. Perisetditutuntut kemampuan memublikasikan makalah, menjawab berbagaikomentar reviewer atau editor, dan sebagainya.Tampak di sini bahwa kegiatan riset bukan sekedar bekerja di dalamlaporatorium atau melakukan simulasi numerik, tetapi banyak tahap-tahappekerjaan lain yang harus dilakukan juga. Bahkan, tahap pekerjaan lainbisa lebih menyita waktu dibandingkan dengan melakukan percobaan ataumelakukan simulasi atau perhitungan numerik. Sebaagi ilustrasi, kitamungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk melakukan percobaanatau simulasi, namun kadang dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun sejakmenulis makalah hingga terbit di jurnal.

Periset Harus Memiliki Imajinasi

Riset yang smart adalah pada kepala si periset sudah “tergambar” hasilapa yang akan diperoleh sehingga riset yang dilakukan seolah-oleh

membuktikan apa yang ada dalam kepala. Periset sudah memilikiimajinasi dari awal bahwa hasil apa yang hendak dia capai. Sebelummelakukan riset maka perlu pengolahan pikiran, membaca makalahmakalah orang, menganalisis, dan menduga apa yang akan dihasilkan jikadia melakukan riset. Dengan cara ini maka akan teridentifikasi denganjelas data apa saja yang akan diukur (dicari) dan berapa banyak data yangdiperlukan karena data yang diambil benar-benar data yang diperlukan.Dengan pendekatan ini maka waktu dan biaya menjadi sangat efisien.

Bagaimana ini dapat dilakukan? Sebelum melakukan riset, kita harusmemiliki kemampuan imajinasi, mensimulasikan langkah-langkah yangharus ditempuh untuk mendapatkan data-data penting yang diperlukan.Langkah yang disimulasikan bisa merupakan langkah benar-benar baruyang kita desain atau modifikasi langkah-langkah yang dilakukan perisetterhadulu dengan sejumlah perbaikan. Kata kuncinya adalah periset harusmemiliki imajinasi. Dan kemampuan ini perlu dilatih.

Bagaimana Menemukan Ide dari Makalah Orang?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya agar kita mampumengidentifikasi masalah dari makalah orang yang sudah dipublikasi?Untuk tujuan ini, beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai berikut.Satu-satunya jawaban adalah kita harus banyak membaca makalah,khususnya makalah-makalah terbaru yang diterbitkan di sejumlah jurnalilmiah yang berkaitan dengan bidang kita. Baca baik-baik pendahuluanmakalah orang. Pada bagian tersebut tertulis latar belakang riset mereka.Sering kali latar belakang tersebut muncul dari hasil membaca makalahorang sebelumnya. Dengan memelajari sejumlah makalah orang khsusnyabagaian yang menceritakan bagaimana dia mendapatkan ide dari makalahsebelumnya maka kita akan memiliki kemampuan serupa. Oh ternyatabegitu ya cara mendapatkan ide.Cara lain adalah masuk ke bagian hasil dan diskusi pada makalahorang. Amati kesesuaian data pengamatan dengan hasil teori atau simulasidalam makalah orang. Kadang teori yang dibangun atau digunakanberbeda dengan data eksperimen. Perbedaan tersebut bisa perbedaan kecilmaupun perbedaan besar.

Penulis pernah memiliki banyak pengalaman dalam hal ini. Ketikamengambil program doktor penulis banyak mempelajari makalah-makalahpeneliti di bidang teknik. Yang menarik adalah banyak makalah orangorang di bidang teknik yang tidak dilengkapi teori yang lebih mendasar.Lebih banyak data pengukuran difitting dengan persamaan tertentu tanpalandasan teori mengapa datanya bersifat demikian. Penulis dengan latarbelakang fisika mencoba membangun persamaan yang melandasi mengapadata pengamatan bersifat demikian. Hasil yang diperoleh adalah persamaanpersamaan baru. Persamaan tersebut diuji dengan hasil eksperimen yangdipublikasikan peneliti bidang teknik tersebut. Jika hasil teori sesuai dengandata eksperimen maka hasil tersebut bisa menjadi makalah ilmiah baru.Tentu saja kemampuan seperti ini tidak dapat muncul sesaat. Yang palingdibutuhkan adalah pemahaman yang cukup mendalam tentang dasar-dasardi bidang sains (elektrodinamika, mekanika statistik, mekanika kuantum,mekanika lanjut, dan sebagainya) lalu kemampuan imajinasi (menghayalkira-kira teori mana yang melandasi data-data eksperimen yang ada).Bagi orang yang memiliki kemampuan lebih di bidang eksperimenmaka sangat dianjurkan untuk banyak membaca makalah-makalah teori.Fokuskan pada teori yang belum ada data eksperimennya. Mungkin andabisa melakukan eksperimen untuk membuktikan teoritersebut.Sebaliknya bagi orang yang memiliki kemampuan lebih di bidangteoretik, banyak-banyaklah membaca makalah eksperimen. Fokuskan padaeksperiman yang belum ada teorinya. Mungkin anda bisa membanngunteori untuk menjelaskan data eksperimentersebut.Perlu diingat, kemampuan semacam ini tidak bisa muncul tiba-tibaatau dalam waktu singkat. Kemampuan tersebut akan terbentuk setelahmelalui latihan atau usaha dalam waktu yang lama.

DARI TUGAS AKHIR KE MAKALAH

Pertanyaan: bisakah data dari tesis atau disertasi dijadikan makalah ilmiah? Jawabannya sangat tegas: bisa! Pertanyaan yang lebih mendasar sebenarnya adalah: anda mau melakukannya atau tidak!

Modal yang diperlukan untuk merealisasikan tesis atau disertasi menjadi makalah di antaranya adalah kerja keras untuk menulis ulang data tersebut dalam bentukmakalah. Kita juga harus menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak bisa menyelesaikan dalam satu/duahari. Butuh waktu lama dan koreksiberulang-ulang. Lebih sulit bagi pemula sehingga seorang yang baru pemula dalam menulis makalah harus kerja lebih keras lagi dan lebihsabar.Tetapi, jika anda tidak mencoba, pasti tidak akan memiliki makalah ilmiah. Akibatnya karya anda tidak bermakna banyak dan sebenarnya anda tidak menghargai pengorbanan anda. Anda sebenarnya bisa membuat karya anda lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, tetapi anda tidakmelakukannya. Untuk menulis makalah dari tesis atau disertasi, dari mana kita memulai? Kita dapat melakukannya secara bertahap.Jika menembus jurnal internasional sulit, tulislah untuk jurnal nasionalterakreditasi. Jika jurnal nasional sulit, tulislah untukseminar. Jika untuk seminar juga sulit ????? Berarti anda tidak percayadiri. Ketika anda menulis di jurnal ilmiah, khususnya jurnal ilmiah yang sudah online, maka secara tidak langsung anda mempromosikan kepakaran anda ke masyarakat internasional. Dengan fasiltas internet, kita begitu mudah menilai kepakaran seseorang. Orang tidak bisa lagi berbohong tentang kepakarannya karena dengan transparan dapat kita lihat di layar computer. Salah satu metode untuk menilai kepakaran seseorang adalah menggunakan mesin pencari Scholar Google (http://scholar.google.com).

STRUKTUR MAKALAH ILMIAH

Secara umum makalah ilmiah terdiri dari bagianbagian berikut ini: a) Title b) Authors c) Affiliation d) Abstract e) Introduction f) Materials andMethod g) Results h) Discussion i) Conclusion j) Acknowledgements k) References

TITLE

kalau kita ditanya, apa bagian makalah yang paling banyak dibaca orang? Jawaban pasti judul (Title). Orang baru akan membaca bagian lain dari makalah setelah memperlihatkan ketertarikan pada Title. Jika Title makalah tersebut memperlihatkan keterkaitan dengan risetyang sedang ia kerjakan atau sesuatu yang sedang ia pelajari maka biasanya orang akan membaca Abstract. Title adalah pintu masuk pertama ke dalam suatumakalah. Ketika kita melakukan pencarian (searching) makalah-makalah yang diterbitkan, kebanyakan pencarian dimulai dari Title. Karena Title sangat menentukan nasib sebuah makalah, apakan akan dibaca atau tidak, maka kita harus menulis Title secara teliti. Saya memiliki satu pengalaman yang menarik. Salah satu makalah kami yang diterbitkan di European Physics Letters tahun 2001 masuk dalam Top 8 makalah yang paling banyak didownload sepanjang tahun 2007 dari semua makalah yang terbit dalam jurnal tersebut. Setelah dicek jumlah sitasinya (berapa kali makalah tersebut dirujuk peneliti lain), ternyata tidak terlalu tinggi. Dari sini saya menduga, makalah tersebut banyak sekali didownload karena judulnya sangat “menarik minat” para peneliti di seluruh dunia. Title adalah ringkasan yang paling ringkas dari makalah tetapi tetap informatif untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang apa yang dilaporkan. Karena merupakan ringkasan dari makalah, maka menjadi sangat logislah bahwa Title ditulis terakhir kali setelah semua bagian makalah rampung ditulis. Jadi, walaupun Titel menempati posisi paling awal suatu makalah, maka sangat dianjurkan menulis Title terakhir kali. Setelah semua bagian makalah selesai ditulis, maka kita merenung.

kira-kira apa Title terbaik untuk merepresentasikan makalah tersebut. Jika anda ingin menulis Title dengan mudah, bacalah makalahmakalah yang ditulis orang. Makalah-makalah tersebut sangat mudah ditemukan di internet. Buka website sebuah jurnal kemudian buka daftar isinya. Pelajari Title makalah-makalah yang muncul di daftar isi tersebut. Dengan cara demikian kita akan memiliki feeling bagaimana menulis Title makalah secara baik. Jika ada sisi yang sangat “luar biasa” dalam pekerjaan anda, anda bisa ungkapkan dalam Title. Jika ada suatu yang baru dalam riset anda, maka tonjolkan dalam title. Ini penting karena kebanyakan peneliti tidak memiliki waktu untuk membaca semua makalah yang diterbitkan. Jumlah makalah yang terbit di jurnal ilmiah untuk bidang yang sama bisa ratusan tiap bulan dan tidak mungkin peneliti membaca seluruh isi semua makalah tersebut. Mereka hanya akan membaca titel dan kalau titel memberikan informasi sangat menarik maka mereka akan membaca keseluruhan isinya. Ketika kita menulis makalah, tonjolkan yang luar biasa pada titel sehingga hanya dengan membaca Title orang langsung menangkap apa kontribusi luar biasa kita. Berikut ini adalah beberapa contoh makalah kami yang kami ungkapkan beberapa ciri yang menonjol dalam title.

ABSTRACT

Banyak orang menulis Abstract suatu makalah sekedar formalitas. Bahwa sebuah makalah harus memiliki Abstract, maka ditulislah Abstract seadanya. Yang penting ada judul Abstract. Cara seperti ini tidak tepat. Abstract memiliki peranan strategis dalam sebuah makalah. Abstract adalahringkasanmakalahyanglebihinformatif daripada judul. Jika seseorang sudah membaca judul dan menunjukkan ketertarikanpadasuatu makalah maka ia akan membaca Abstract untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentangisi makalah tersebut. Dan setelah membaca Abstract pembaca dapat segera mengambil keputusan untuk terus membaca bagian selanjutnya dari makalah tersebut atau berhenti sampai abstrak saja. Karena Abstract adalah ringkasan makalah maka Abstract harus memuat informasi tentang apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan dalam penelitian tersebut. Jika kita menelaah Abstract makalah-makalah yang dipublikasikan di hampir semua jurnal maka kita dapat mengidentifikasi bahwa struktur Abstract secara umum tampak pada Gambar 5.1.


Gambar 5.1 memperlihatkan bahwa struktur Abstract terdiri dari empat bagian,yaitu: (a) Pendahuluan, (b) Apa yangdilakukan, (c) Apa yang dihasilkan, dan (d) Penutup atau Impact. Jadi, struktur abstrak persis sama dengan struktur makalah, tetapi dalam bentuk paling ringkas. Bagian pendahuluan pada Abstract meringkas bagian Introduction pada makalah. Bagian apa yang dikerjakan pada Abstract meringkas bagian Metode pada makalah. Bagian apa yang dihasilkan pada Abstract meringkas bagian hasil pada makalah. Bagian penutup pada Abstract meringkas bagian kesimpulan pada makalah. Ringkasan tersebut berupa satu atau dua kalimat. Gambar 5.2 adalah keterkaitan Abstract dengan makalah. Dengan melihat skema ini.

tampak jelas bahwa Abstract adalah makalah ringkas. Jumlah kalimat pada Asbtact umumnya 4 sampai 6 kalimat. Bisa juga lebih panjang jika hasil yang diperoleh cukup banyak.

INTRODUCTION
Introduction adalah bagian makalah yang muncul setelah Abstract. Introduction boleh dikatakan sebagai pengantar kepada pembaca sebelum mencermati isi makalah.

Struktur Introduction

Bagaimana cara mudah menulis Introduction? Jika kita amati makalah-makalah yang ada, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa Introduction suatu makalah mengandung lima bagian utama, yaitu: a) Apa menariknya riset yang dilaporkan. b) Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut. c) Apa masalah yang masihada. d) Apa yang akan dilakakukan untuk menyelesaikan masalahtersebut.
Gambar 6.1 adalah struktur Introduction makalah ilmiah yang umum ditulis orang. Tampak adanya aliran pemikiran yang logis dari skema tersebut. Pertama kita mulai masuk dengan menjelaskanmenariknya atau bermanfaatnya topic riset yang kita lakukan. Kemudian kita jelaskan status terkini riset tersebut, yaitu sudah sampai di mana capaian para peneliti yang berkaitan riset tersebut. Kemudian kita masuk deengan memunculkan masalah yang belum terjawab atau belum dilakukan oleh para peneliti. Terkahir kita jelaskan apa yang akan kita lakukan untuk menjawab permasalahan tersbeut. Dengan adanya struktur tersebut kita sedikit tertolong pada saat menulis bagian Introduction makalah kita.

Apa menariknya riset yang dilaporkan Tidak ada manfaat melakukan riset topik-topik yang tidak menarik dan tidak bermanfaat. Ketika anda melakukan riset anda harus yakin bahwa topik yang akan anda kaji menarik dan bermanfaat. Menarik dan bermanfaat di sini bisa bermakna menarik dan bermanfaat bagi masyarakat atau menarik dan bermanfaat bagi ilmu itu sendiri. Pada bagian awal Introduction ini kita mengulas secara umum seberapa penting dan menariknya topik riset yang anda laporkan. Bagian ini dapat dicontoh dari makalah-makalah orang lain yang mengerjakan topik yang sama. Baca bagian awal Introduction makalah orang lain yang berisi topik yang sama, lalu anda tulis ulang dengan kalimat-kalimat anda sendiri. Ingat, jangan copy-paste, tetapi anda ambil idenya dan tulis dengan kalimat yang berbeda. Walapun anda menulis dengan kalimat anda sendiri, anda tetap harus merefer makalah orang tersebut karena idenya dari orangtersebut.

Hindari copy dan paste tulisan orang tersebut karena dikhawatirkan masuk katageri plagiarisme. Memang copy dan paste adalah cara yang paling cepat dan mudah menyusun makalah. Tapi mari kita sadar, jangan merusak reputasi yang telah dibangun sekian tahun, danmungkin sekian puluh tahun hanya karena jalan pintas yang kita lakukan. Kita harus sadar bahwa menyusun suatu karya yang baik tidak dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Menulis karya ilmiah bisa menjadi pekerjaan besar yang menuntut pengorbanan waktu dan tenaga. Tetapi anda jangan khawatir, karena anda tidak sendirian mengalami hal yang sama. Ratusan ribu orang di seluruh dunia juga mengalami hal yang sama. Orang yang telah terbisa menulis makalah juga masih sering menghadapi kesulitan yang sama.

B erikut saya paparkan salah satu cara mudah dalam menulis bagian ini berdasarkan bagian Introduction yang ada di makalah orang lain. Inti dari metode ini ada mengambil ide dari kelimat orang lalu menulis ulang dengan kalimat sendiri. Bagi penulis yang cukup ahli dalam bahasa Inggris mungkin bias melakukan langsung dengan cukup mudah. Namun bagi penulis yang masih belum terlalu mahir dalam bahasa Inggris mungkin cara ini dapat memudahkan dalam menyusun Introduction secara lebih cepat. Langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Copy paste kalimat dari makalah orang lain yang akan diambil idenya. b) Terjemahkan kalimat tersebut dengan Google Translate ke dalam bahasa Indonesia. c) Ubah bahasa Indonesia yang dihasilkan ke kalimat yang sedikit berbeda tetapi maknanya sama. d) Gunakan lagi Google Translate untuk menerjemahkan balik kalimat baru tersebut ke dalam bahasa Inggris. Urutan ini diilustrasikan pada Gambar 6.2. Setiap kalimat yang berhasil dibuat berbeda tetapi maknanya sama harus menyertakan referensi berupa paper tempat mencopy kalimat tersebut. Lakukan hal yang sama untuk kalimat dari makalah lainnya. Jika anda menggunakan 5 makalah maka anda mendapatkan 5 referensi di Introduction.

Langkah seperti ini mungkin kendengaran lucu, tetapi yakinlah banyak orang yang melakukan hal demikian. Sebagai bukti, kalau kita baca bagian Introduction paper yang membahas topic yang sama, idenya hampir sama dan referensi yang digunakan banyak yang sama. Ini artinya mereka menggunakan ide yang sama tetapi menulis dalam kalimat yang berbeda Bagi penulis yang sangat mahir dalam bahasa Inggris maka langkah yang panjang seperti diuraikan di atas mungkin tidak perlu dilakukan. Setelah membaca paper orang dan menemukan idenya maka kalimat baru yang memiliki makna yang sama dapat ditulis dengan mudah. Bagi kita yang bukan pengguna bahasa Inggris, maka mencari kata-kata yang bagus untuk menyusun kalimat seringkali lama. Google Translate kadang dapat memunculkan kata-kata yang semua tidak kita pikirkan. Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah memperbaiki sejumlah kekurangan dalam terjemahan tersebut. Bagi sebagian orang cara seperti ini jauh lebih mudah daripada memikirkan sendiri secara total kalimat yang akan ditulis. Langkah-langkah yang disebutkan di atas memang cukup panjang. Tetapi langkah tersebut mungkin bisa membantu penulis yang baru mulai menulis makalah dalam bahasa Inggris atau tidak terlalu mahir dalam bahasa Inggris. Memang dibutuhkan kesabaran. Tetapi tidak masalah karena bukan kita saja yang menghadapi masalah demikian. Ribuan orang di seluruh dunia mungkin juga mengalami hal yang sama. Pada bagian Apa menariknya riset yang dilaporkan dari Introduction ini, anda memiliki sedikit kebebasan untuk merujuk pekerjaan orang, kebebasan menonjolkan beberapa manfaat atau menariknya topik yang sedang anda kerjakan. Di bagian ini pun anda memiliki peluang merujuk pekerjaan anda terdahulu sehingga pekerjaan anda ada yang muncul di referensi. Makalah-makalah anda yang masih ada kaitannya dengan pekerjaan sekarang, sekalipun keterkaitannya sedikit, bisa anda masukkan. Adanya makalah anda di referensi secara psikologis memberikan penilaian berbeda pada makalah anda. Editor atau reviewer akan memandang anda bukan sebagai “pendatang baru”. Anda akan dilihat sebagai orang yang sudah berpengalaman dalam riset. Dengan kondisi seperti ini, mudah-mudahan proses review menjadi lebih mudah dan peluang makalah anda diterima untuk dipublikasi menjadi lebihbesar. Tetapi jangan memasukkan terlalu banyak makalah anda karena akancdicurigai memiliki tendensi self sitasi. Anda dapat “ditunduh” bermaksud menaikkan sitasi dengan cara yang kurang baik. Ada beberapa hal lain yang mungkin perlu anda pertimbangkan dalam menulis Introduction. Pada bagian Introduction usahakan merujuk makalah yang terbit di jurnal yang sangat bereputasi di bidang anda. Misalnya untuk makalah bidang sains, akan sangat baik merujuk beberapa makalah terkait yang terbit di Nature atau Science yang baru terbit. Anda cari dengan Google makalah serupa yang telah muncul di Nature atau Science dan rujuk. Dengan masuknya makalah dari jurnal yang sangat prestisius tersebut maka anda dipandang selalu mengikuti perkembangan ilmu terkini termasuk yang terbit di jurnal-jurnal yang sangat bereputasi. Mungkin editor akan memiliki persepsi yang berbeda jika melihat makalah yang di referensinya terdapat sejumlah jurnal berprestasi dengan makalah yang hanya merefer jurnal yang kurang bereputasi. Pada Introduction usahakan juga merefer makalah pakar terkenal di bidang yang bersangkutan. Apakah ini akan berpengaruh atau tidak memang belum dapat dibuktikan. Namun, dengan merefer makalah pakar. terkenal mudah-mudahan muncul impresi dari Editor maupun Reviewer bahwa anda selalu mengikuti perkembangan ilmu terbaru termasuk dari pakarnya langsung. Kalau ada pemenang hadiah Nobel yang melakukan riset di bidang serupa da nada kaitannya dengan riset anda, usahakan rujuk makalahnya. Hal lain yang mungkin ada manfaatnya adalah merujuk makalah yang telah terbit di jurnal tempat anda akan submit makalah anda. Jika anda ingin submit ke jurnal X usahakan merujuk beberapa makalah topic terkait yang telah terbit di jurnal X. Mungkin pendekatan ini dapat mempengaruhi editor sehingga karena jika makalah kita diterima maka impact factor jurnal tersebut akan sedikir terangkat karena adanya makalah di jurnal tersebut muncul di referensi kita. Apakah cara ini ada pengarunya, memang tidak dapat dibuktikan. Kita harapkan mudahmudahan ada sedikit efek sehingga sedikit memuluskan proses review makalah kita. Bayangkan jika anda berada pada posisi sebagai Editor jurnal. Salah satu prestasi yang dapat anda hasilkan adalah menaikkan impact factor jurnal tersebut. Umumnya para editor (pengelola) jurnal ilmiah akan berusaha menaikkan impact factor jurnalnya tiap tahun. Karena hingga saat ini impact factor adalah parameter yang masih dipercaya sebagai ukuran jurnal tersebut dibaca oleh komunitas ilmiah.

Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut

Untuk menulis bagian ini anda perlu melakukan kajian pustaka secara intensif untuk mencari hasil riset terbaru tentang topik tersebut. Carilah makalah-makalah yang berkaitan dengan riset anda yang baru saja dipublikasikan di sejumlah jurnal dalam jumlah yang cukup. Jika ada makalah anda terdahulu yang melaporkan pekerjaan yang mirip, usahakan dirujuk agar paper anda masuk di daftar pustaka. Ini akan memberi sejumlah keuntungan, seperti ada peluang paper anda mudah dalam proses review dan sitasi anda (jumlah paper anda yang disitasi) meningkat. Ketika kit abaca makalah orang, bagian ini sering muncul di paragraph kedua. Berikut ini adalah contoh bagian Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut yang muncul di dejumlah makalah di jurnal internasional.

Apa masalah yang masih ada

Pada bagian ini anda sebutkan dalam beberapa kalimat masalah apa yang masih belum terpecahkan. Anda harus mengindentifikasi dengan jelas masalah tersebut karena tujuan riset anda adalah ingin memecahkan masalah tersebut. Masalah ini biasanya muncul setelah kita mempelajari banyak makalah orang lain. Jadi syarat kita menemukan masalah riset adalah kita harus selalu mengikuti perkembangan ilmu terkini. Berikut ini adalah contoh Apa malasah yang masih ada yang ada di sejumlah makalah yang telah dipublikasi orang. Pernyataan masalah sering diawali dengan kata But, However, Although, dan sejenisnya.

Beberapa hal yang sering dinyatakan sebagai masalah dalam sejumlah riset adalah waktu proses yang lama, biaya yang mahal, tidak mudah digunakan, menggunakan bahan berbahaya, menggunakan material yang sulir didapat, memiliki efek negative pada lingkungan, teori yang tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil eksperimen, dan sebagainya. Tujuan riset yang dilakukan diantaranya meneyelsaikan satu atau beberapa masalah di atas. Ketika memulai riset, hindari mencari topik riset dari makalahmakalah yang sudah lama terbit, misalnya beberapa puluh tahun yang lalu. Sebab, bisa jadi masalah yang teridentifikasi dalam makalah tersebut sudah terpecahkan dalam makalah yang muncul di tahun-tahun berikutnya. Sebelum memulai riset anda harus yakin dulu bahwa masalah yang ingin anda kaji benar-benar belum dilakukan orang lain. Ini bisa dilakukan dengan men-searching pada makalah-makalah yang sudah terbit hingga yang terbit terbaru.

Apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut

Bagian akhir dari Introduction adalah menjelaskan apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagian ini sering disebut agenda. Pada penulisan bagian ini kita bisa memulai dengan memunculkan hipotesis atau bisa juga tidak menyebutkan hipotesis secara eksplsit. Untuk makalah di bidang sains dan teknik hipotesis jarang ditulis secara eksplisit.Agenda adalah apa yang ingin anda kerjakan untuk memecahkan masalah yang anda identifikasi. Anda bisa menyebutkan bahwa anda akan mengembangkan metode tertentu, atau membangun teori baru, atau melakukan studi numerik tertentu, melakukan studi komparasi, melakukan survey di suatu daerah, dan lain-lain. Ringkasnya, anda memberitahu pada pembaca bahwa anda akan melakukan hal tersebut untuk memecahkan permasalah yang anda identifikasi.

Tampak dari contoh agenda di atas adalah semuanya berupa kalimat aktif. Kalau kita baca sejumlah makalah memang agenda kebanyakan berupa kalimat aktif. Kalimat aktif dalam bahasa Inggris memiliki nuansa egoisme dan Agenda suatu makalah harus memunculkan nuansa egoisme yang mengandung arti bahwa apa yang akan kita lakukan benar-benar dapat menyelesaikan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Dengan melihat kenyataan seperti itu maka kita menulis Agenda juga dalam bentuk kalimat aktif. Di antara kata-kata yang sering digunakan adalah We will show here, In this paper we report, We demonstrate, The objective of this paper is, dan sebagainya.

Dengan jelas kita identifikasi bahwa [1] menjelaskan apa yang menarik dengan riset yang dilakukan, [2] menjelaskan status terkini riset di bidang tersebut, [3] adalah masalah yang masih ada, [4] agenda yang akan dilakukan, dan [5] penutup yang bisa ada atau tidak ada. Penutup ini dapat memberikan amunisi tambahan untuk menunjukkan kekuatan riset yang dilaporkan.

MATERIALS AND METHOD

Jika anda menggunakan alat, sebutkan merek alatnya dan kalau perlu ketelitian dan keterbatasan alat. Tetapi anda tidak perlu menyebutkan alat tersebut berada di laboratoriam mana atau instansi mana. Anda juga tidak perlu menyebutkan siapa yang melakukan pengukuran atau survey.Berikut ini adalah contoh penyebutan alat-alat yang digunakan. Kalau kita baca, penulis menjelaskan secara rinci alat yang digunakan, dan parameter pengoperasian alat. Bagaimana cara mengambil data, bagaimana mengolah data, anda menggunakan software apa perlu juga anda masukkan. Beberapa pertimbangan yang anda ambil selama melakukan eksperimen atau survey juga anda sertakan. Kata kuncinya adalah berikan informasi yang sangat lengkap pada pembaca sehingga dia dapat mengulang pekerjaan anda tanpa kebingungan.

Langkah-langkah yang disampaikan dalam Materials and Method sebaiknya tidak ditulis seperti menulis langkah-langkah percobaan untuk siswa atau mahasiswa sarjana atau buku masakan. Anda harus menulis dalam bentuk narasi, sehingga tulisan anda mengalir sebagai satu cerita yang menarik.

Jika ada sejumlah flowchart yang anda anggap dapat mempermudah pemahaman tentang metode yang ada lakukan, tampilkan flowchart tersebut (contohnya seperti pada Gbr. 6.1). Demikian pula, jika ada tabel, grafik, foto, atau apa saja yang penting bagi pembaca untuk memahami tulisan anda, tampilkan. Tetapi ingat, jangan menampilkan sesuatu yang tidak begitupenting. Anda harus dapat mengukur tingkat ilmu yang dimiliki pembaca sehingga tidak menyodorkan kepada pembaca hal-hal yang sudah diketahui secara umum. Jika terdapat langkah atau metode yang telah dijelaskan secara detail pada publikasi sebelumnya baik yang dilakukan oleh anda sendiri atau oleh orang lain, anda tidak perlu menulis ulang langkah-langkah tersebut. Anda cukup menyebutkan, penjelasalan detail langkah-langkah tersebut dapat dijumpai pada [sebutkan referensinya].

RESULTS

Data yang anda tampilkan dalam bagian ini bisa berupa tabel, grafik, atau bentuk lainnya. Tetapi jangan menduplikasi pelaporan data, misalnya data yang sudah ditampilkan dalam bentuk table juga ditampilkan lagi dalam bentuk grafik. Pilih salah satu bentuk yang paling informatif bagi pembaca. Menduplikasi data dalam bentuk tabel dan grafik tidak memberi nilai tambah apa- apa, melainkan hanya menbuang-buang space dalam makalah anda. Tiap gambar atau tabel harus memiliki penjelasan pada teks. Saya kadang menjumpai makalah yang dikirim ke jurnal atau makalah yang dikirim penulis untuk seminar tidak memiliki penjelasan di bagian teks. Ini tidak tepat. Harus ada penjelasan di teks tentang gambar atau tabel tersebut yang isinya lebih detail daripada penjelasan di legenda

DISCUSSION

inti dari bagian Discussion ini adalah memberikan argument selengkap-lengkapnya untuk meyakinkan pembaca bahwa apa yang anda hasilkan adalah benar. Di sini kemampuanintelektual anda harus dikerahkan untuk tujuan tersebut. Pada bagian Discussion inilah terjadi pergulatan intelektual.

RESULTS AND DISCUSSION

Results dan Discussion bisa juga disatukan dalam satu bagian Results and Discussion. Ini berarti, ketika menampilkan hasil maka hasil tersebut langsung didiskusikan. Banyak makalah sekarang yang menggunakan format demikian. Khusus untuk paper-paper dengan halaman sangat terbatas, Results dan Discussion lebih sering dijadikan satu bagian. Namun, semuanya dikembalikan kepada penulis. Tidak ada format yang lebih baik. Penulis yang mengambil keputusan apakah disatukan atau dipisah. Ada penulis yang lebih terbiasa menggabung dua bagian tersebut dan ada yang terbiasa memisah antara Results and Discussion.

CONCLUSION
Isi Conclusion adalah pembuktian hipotesis yang anda kemukakan di bagian Introduction atau jawaban terhadap agenda yang anda kemukanan di bagian akhir Introduction. Conclusion harus ditulis secara ringkas yang memuat informasi yang cukup sehingga pembaca mengetahui bahwa anda telah membuktikan hipotesis anda dan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode anda. Umumnya Conclusion hanya terdiri dari satu paragraf, namun kalaupun harus lebih dari dua paragraf masih diperbolehkan. Intinya, di bagian Conclusion anda jelaskan secara ringkas bahwa hipotesis anda telah terbukti. Kalau pembaca ingin mengetahui lebih detail, silakan membaca badan text (bagian Results andDiscussion).

REFERENCES
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penulisan References sebagai berikut.
1) Kita harus menulis semua publikasi yang direfer langsung. Kita jangan memasukkan di referensi makalah atau buku yang pernah kita baca namun tidak kita refer langsung. Walaupun dalam proses pelaksanaan riset kita membaca sejumlah buku dan banyak sekali makalah, namun ketika menulis makalah maka buku atau makalah yang kita refer secara tertulis dalam makalah saja yang kita tulis di referensi.

2)Untuk makalah biasa, referensi sekitar 20 adalah jumlah yangwajar. Namun, yang bisa dijadikan pedoman adalah ketika kita akan sumbit ke suatu jurnal, amati sejumlah makalah di jurnal tersebut dan lihat kira-kira berapa jumlah refensi pada sejumlah makalah tersebut.

3) Adanya referensi baru atau lama juga memunculkan kepercayaan yang berbeda pada makalah anda. Usahakan ada referensi tahun terakhir yang dirujuk dalam makalah. Adanya referensi terbaru tersebut menunjukkan bahwa anda mengikuti perkembangan ilmupengetahuan.

4) Adanya makalah kita di referensi sangat berpengaruh pada tingkat acceptance paper kita. Dengan adanya makalah kita di referensi maka pihak editor maupun reviewer tidakmemperlakukan kita sebagai pendatang baru dalam publikasi makalah. Mereka akan memperlakukan kita sebagai “ilmuwan sesungguhnya” sehingga mereka tidak bisa menyepelekan publikasi yang kitasubmit

5) Cara penulisan referensi bervariasi menurutjurnal.

Advertisements
Posted in akademik, karir dosen, pendidikan | Tagged | Leave a comment

poster dan cover modul

membuat modul ajar mandiri pada mata kuliah praktikum sistem operasi linux ubuntu versi 16.04 xenial xerus long time support. Aplikasi yang dibuat adalah Pembelajaran berbasiskan Authorware 7 pada matakuliah Praktikum sistem operasi, yang dilengkapi dengan pull down menu, navigasi, login sistem, light on match, link, evaluasi multiple choice dan essai, serta beberapa tambahan animasi lainnya. Sekilas info pada poster dan cover modul berikut.

Posted in akademik, pendidikan, perkuliahan | Tagged | Leave a comment

Pengabdian Masyarakat

Politeknik sekayu kembali malaksanakan program tridharma perguruan tinggi semester ganjil 2017 berupa pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Dasar Negeri 8 Sekayu. dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dibidang IT dan Multimedia di SD Negeri 8 Sekayu, yang sebelumnya sudah dilakukan koordinasi antara pihak sekolah dan Politeknik Sekayu untuk mendukung sistem pembelajaran dikelas dengan berbasiskan multimedia authorware 7. pelatihan akan dilakukan selama dua hari tanggal 7 dan tanggal 14 oktober 2017. pada pelatihan tersebut, guru – guru akan dipandu untuk mengikuti langka tutorial pembelajaran dengan memberikan basic learning dan dikembangkan berdasarkan keperluan guru dalam mendukung pembelajaran nantinya. tiga orang dosen program studi teknik informatika ditugaskan sebagai narasumber dalam acara pelatihan tersebut. tiga orang dosen selaku narasumber tersebut terdiri dari ketua yang beranggotakan dua orang dosen yaitu bapak M.Son Muarie dan Ibu Resty Annisa, dan juga  kami mengajak 3 orang  mahasiswa Haryati, M. Ilham dan Romi Riadi dari program studi teknik informatika semester 5 selaku asisten narasumber yang sekaligus sebagai pelatihan soft skill bagi mereka dalam menghadapi dan melakukan paparan terhadapa audiens selaku peserta, sehingga secara tidak langsung mereka bisa menambah ilmu pengetahuan diluar jam perkuliahan  berlangsung, sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik. kepala UPTD Bapak Ridwan, M.Si selaku pembuka acara sangat menyetujui program-program seperti ini, terkait SD Negeri 8 ini adalah sekolah rujukan yang ada di kabupaten musi banyuasin. pada acara tersebut hadir pula ibu Nurmala dan  pengawas sekolah SD se-kabupaten Musi banyuasin. kepala sekolah SD Negeri 8 sekayu bapak Susilo, M.Pd sangat antusias dalam memonitoring dan mengikuti kegiatan pelatihan ini, bliau sangat berharap kerjasama ini akan terus berkelanjutan,  dan harapan bliau akan ada kerjasama dan MoU yang nantinya akan dibuat oleh pihak sekolah untuk politeknik sekayu. semoga kerjasama dan silaturahmi ini mendapatkan kebaikan dan keberkahan

. barakallah.</p>

 

Posted in akademik, pengabdian masyarakat | Tagged | Leave a comment

syarat KAUST

sebagai dokumentasi pribadi, mohon izin admin. ane tag di blog ane tentang infonya. bagi yang mau explore ini sumbernya: http://kaustina.org/beasiswa/tentang/

Beasiswa S2/S3 KAUST (fellowship)

KAUST memberikan paket beasiswa bagi mereka yang diterima program master dan PhD

  • Uang saku atau stipend
    • Mahasiswa doktor/PhD (S3) mendapat uang saku sebesar USD 25000/tahun. Uang saku ini kemudian naik menjadi USD 30000/tahun setelah anda lulus ujian kualifikasi, proposal atau kandidat doktoral (PhD)
    • Mahasiswa master/MS (S2) mendapat uang saku sebesar USD 20000/tahun
  • Tempat tinggal (apartemen/rumah)
    • Di dalam apartemen/rumah disediakan tempat tidur, lemari pakaian, meja belajar/kerja, TV, internet, AC, kamar mandi dalam, kulkas, microwave, mesin cuci, mesin pengering pakaian. Tempat tinggal terdiri dari dua lantai. Lantai 1 untuk ruang tamu, dapur, tempat cuci dan kamar mandi bawah. Lantai atas untuk tempat tidur, kamar mandi atas dan ruang kerja. Ada semacam vide untuk melihat langsung lantai 1 dari lantai 2.
  • Asuransi kesehatan
    • Anda secara otomatis didaftarkan sebagai anggota BUPA (asuransi kesehatan Saudi) dan dibayar penuh preminya oleh KAUST. Ini berlaku untuk anda dan anggota keluarga yang mendampingi
  • Tiket pesawat pulang-pergi ke Indonesia (atau negara lain) satu kali setiap tahun

Keuntungan non-materi di KAUST

  • Kamu memiliki kesempatan melakukan riset dengan para profesor kelas dunia, berkolaborasi riset dengan perusahaan besar dunia seperti Saudi Aramco, Boeing, Sabic, Schlumberger, serta akses menggunakan fasilitas riset yang mutakhir. Dengar 20 milyar dollar hasil dari sumbangan Raja Abdullah, kampus ini sangat menggiurkan bagi banyak profesor ternama karena renumerasinya tinggi dan fasilitas-fasilitas riset yang mahal.
  • Bagi mahasiswa muslim, kamu berkesempatan mengunjungi tempat-tempat suci seperti Makkah dan Madinah. KAUST menyediakan layanan bus secara gratis untuk mengunjungi tempat tersebut bagi yang ingin melaksanan ibadah umrah dan ziarah di kota Madinah.
  • Lingkungan hidup berbahasa Inggris. Di sini kamu bisa berlatih dan semakin menyempurnakan bahasa Inggris. Kamu nggak wajib bisa berbahasa Arab di KAUST.

Persyaratan akademik untuk kuliah S2/S3 di KAUST

  • IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). KAUST TIDAK menentukan batas IPK minimum bagi calon mahasiswa S2/S3. Artinya, kamu punya IPK berapa saja boleh mendaftar ya!

Akan tetapi, IPK rata-rata dari mahasiswa yang SUDAH diterima di KAUST saat ini adalah 3.7 (ini didapat dari data resmi KAUST). Informasi ini hanya tambahan saja, sebagai perbandingan, bukan angka mutlak. Mahasiswa Indonesia yang diterima program master di KAUST mempunyai IPK 3.30/4.0 (IPK minimum) dan rata-ratanya 3.67. Sedangkan mahasiswa Indonesia yang diterima program PhD di KAUST mempunyai IPK S1 3.10 (minimum) dan 3.46 (rata-rata); IPK S2-nya adalah 2.90 (min) dan 3.64 (rata-rata).

  • Kemampuan Bahasa Inggris. KAUST mensyaratkan nilai minimum TOEFL IBT 79, nilai minimum IELTS 6. Hanya TOEFL iBT atau IELTS resmi yang diterima (yang harganya sekitar 150-an USD), bukan TOEFL prediction atau institution.

Nilai rata-rata TOEFL dari seluruh mahasiswa yang diterima KAUST hingga saat ini adalah 96/120. Berikut statistik nilai TOEFL dan IELTS mahasiswa Indonesia yang diterima di KAUST (sampling 13 mahasiswa): TOEFL iBT: nilai minimum: 83/120, nilai rata-rata: 93/120. IELTS: nilai minimum: 6.0, nilai rata-rata: 6.25

  • GRE (Graduate Record Examination). KAUST sangat menganjurkan pendaftar untuk menyertakan nilai GRE, tetapi tidak diharuskan.

Dari sampling 13 mahasiswa Indonesia yang diterima di KAUST, ternyata hanya 1 orang yang mengumpulkan nilai GRE.

  • Transkrip S1 dan/atau S2. Hasil scan dari transkrip S1 dan S2 diupload ke sistem aplikasi online. Setelah dinyatakan diterima oleh KAUST, hardcopy transkrip harus dikirim langsung ke KAUST oleh kampus yang mengeluarkan transkrip.
  • Statement of Purpose. Mengumpulkan Statement of Purpose yang isinya motivasi, persiapan, riset yang kamu minati, dan rencana masa depan kamu. Intinya kamu harus bercerita dengan saya baik untuk meyakinkan KAUST mengapa mereka harus memilih kamu sebagai penerima beasiswa. (I am a gifted student, highly talented, enriched with experience in my research field. I was born with a gifted photographic memory capability makes me a inevitable investment for your university career bla bla bla)
  • Surat Rekomendasi. Surat rekomendasi dari 3 dosen/professor yang pernah membimbing/bekerjasama/mengenal kamu. Isinya untuk menjelaskan tentang kepribadian kamu, keahlian kamu, prestasi kamu, segala keterangan yang bisa meyakinkan pihak KAUST bahwa kamu adalah kandidat yang tepat. Jadi intinya, surat ini seharusnya ditulis oleh orang yang benar-benar dekat sama kamu dan mengenal pribadi kamu, dan pastinya tidak sedang punya rasa sakit hati terhadap kamu (karena bisa jadi dia malah akan menjelek-jelekkan kamu). Jadi. tidak harus Pak rektor kok hehehe). Suratnya hanya perlu disubmit online, jadi tidak perlu dikirim melalui pos.

Siapa saja yang boleh mendaftar? (Eligibility)

Pada dasarnya semua orang yang memenuhi syarat syarat diatas, boleh saja mendaftar. Namun, karena lokasi kampus KAUST yang terletak di negara Arab Saudi yang identik dengan Islam, berikut akan ditekankan beberapa hal tentang siapa saja yang boleh mendafatar:

  • Siapa saja boleh mendaftar, baik Muslim maupun Non-muslim. Tidak akan ada permasalahan agama pada kampus ini. FYI, lebih dari 50 persen kampus ini dipenuhi oleh warga Bule dari Eropa, Amerika, Meksiko, India, Filipina, dan Cina. Jadi bisa dipastikan tidak akan ada permasalahan agama apalagi dipaksa untuk pindah memeluk suatu agama tertentu. Sampai saat ini, ada 3 mahasiswa Indonesia non-muslim dan telah lulus dari KAUST (Kesempatan terbukan bagi muslim maupun nonmuslim). Jadi, jangan ragu bagi yang nonmuslim untuk mendaftar.
  • Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat diterima. Penting untuk diketahui, wanita tidak harus/tidak perlu didampingi Mahramnya sewaktu kuliah disini (Tidak harus menikah dahulu atau membawa suami).
  • Tidak ada perbedaan kesempatan antara calon mahasiswa yang belum atau sudah berkeluarga. Bahkan, untuk mahasiswa yang sudah berkeluarga dan ingin membawa keluarganya akan diberikan fasilitas lebih, seperti rumah tinggal yang lebih besar dan tiket pesawat pulang pergi yang juga mengcover tiket pesawat untuk anak dan istri/suami.

Bagaimana cara daftarnya?

Pada prinsipnya, proses pendaftaran dimulai dengan pencarian calon profesor pembimbing S2/S3 kita. Biasanya calon mahasiswa memulai perburuannya dengan browsing website KAUST dan melihat lihat profil profesor yang memiliki bidang penelitian yang cocok dengan minat dan latar belakang penelitian calon mahasiswa.

Ketika sudah menemukan calon profesornya, langsung aja hubungi beliau yaitu kirim email dan tanya apakah beliau tertarik untuk merekrut murid baru

tips: ada beberapa teman disini, mereka tebar email ke banyak profesor, untuk memperbesar peluang mereka diterima. bahkan ada yang malah dibalas oleh 3 profesor sekaligus sampe bingung milih profesor yang mana.

Selanjutnya, biasanya setelah prof balas email, mereka akan minta untuk ngatur jadwal interview. Kalau mereka tertarik dengan kamu, mereka akan minta kalian daftar online.

Batas Akhir Pendaftaran (Application Deadline)

Normalnya, untuk yang ingin memulai kuliah pada Januari, deadline pendaftaran ialah pada 1 November (hanya dibuka untuk Program PhD/S3). Untuk yang ingin memulai kuliah pada September, deadline pendaftaran pada 15 January (terbuka untuk Master dan PhD). Pengumuman berkisar sekitar 2 atau 3 bulan setelah deadline pendaftaran.

Catatan: Beasiswa diterima dalam Saudi Arabi Riyal (SAR). Kunjungi website resmi KAUST di http://www.kaust.edu.sa/admissions/admissionsfaqs.html

link berikut bisa dijadikan rujukan, beasiswa yang menawarkan untuk kuliah di KAUST dan beberapa universitas top dunia lainnya yang menjadi anggota Islamic Development Bank (IDB) : https://www.kaust.edu.sa/en/study/idb-kaust-scholarship

IDB-KAUST Joint PhD Scholarship Program

Scholarships sponsored jointly by King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) and the Islamic Development Bank (IDB) to study at KAUST.

About the Program

The IDB-KAUST PhD Scholarship Program was established in 2012 within the scope of the IDB Merit Scholarship Program and the KAUST PhD Program. Under the scholarship program, citizens of IDB member countries are eligible to apply for the scholarship to study at KAUST for a full-time 4-year PhD. The Program is jointly funded by IDB and KAUST to award 5 scholarships annually. The scholarship is a fully funded program as per the KAUST rules and procedures will be supported throughout the eligible duration of the study program. Visit the KAUST Admissions page for PhD program details.

Requirements

The candidate must be:

  • ​A citizen of an IDB member country (visit the IDB Merit Scholarship Program for a full listing of member countries)
  • Age not over 35 years
  • Engaged in full-time employment in an academic, research or development institute in the home country and the application is nominated by that institution
  • Meets the eligibility criteria of the IDB Merit Scholarship Program
  • Have a firm admission offer at the KAUST for a PhD program

Selection of candidates under this joint program will be within the scope of the IDB Merit Scholarship Program. Interested candidates must follow these criteria and procedures to apply for the scholarship. Information about IDB and KAUST is available from their respective websites.

Contact

Scholarship Division
Islamic Development Bank
Qasr Khuzam,
Al Malik Khalid Road,
Jeddah 21432,
Saudi Arabia
Tel. (9662) 646 6833 / 6835
Fax. (9662) 646 6887
e-mail:scholar@isdb.org
website: www.isdb.org

If you have questions concerning admission to KAUST please email: admissions@kaust.edu.sa

See KAUST’s admissions requirements for more information.

Posted in Beasiswa | Tagged | Leave a comment

Susunan “Mapping Plan”

nah,.. ga’ terasa hampir tiga tahun berkarya sebagai tenaga pendidik dosen. 2 minggu menjelang tiga tahun berkarir dibidang pendidikan, semakin memantapkan hati untuk tetap bergelut dengan aktivitas, rutinitas dan tridharma perguruan tinggi. mengejar ketertinggalan dan melakukan percepatan dalam belajar, pembelajaran, modifikasi, inovasi dan mengembangkan ide, gagasan dan rencana dalam bentuk proyeksikan alokasi waktu 10 tahun mendatang untuk menjadi academic leader yang berkontribusi dan memproduksi ilmu pengetahuan, karena idealnya karier seorang dosen adalah sejauh mana capaian yang didapatnya dalam memajukan bangsa menuju  masyarakat yang cerdas,bermoral dan berkarakter. semakin tinggi jabatan akademik dosen, maka akan semakin tinggi pula kiprahnya dalam melakukkan penelitian. untuk itulah tahun ini merupakan start awal saya dalam menyusun peta rencana  untuk menambah kualitas ilmu dan pengetahuan, focus dalam kualitas, istiqomah dalam perbaikan dan islah. semoga Allah SWT memberikan jalan – jalan kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka.

Posted in akademik, karir dosen | Tagged | Leave a comment

Maba Polsky dan Diksarlin 2017

146 mahasiswa baru politeknik sekayu musi banyuasin tahun 2017. dibiasakan untuk disiplin dengan mengikuti pelatihan kegiatan pendidikan dasar dan kedisiplinan selama lima hari di kampus Politeknik Sekayu Musi Banyuasin. mulai tanggal 21-25 Agustus 2017 dengan berbagai agenda kegiatan yang wajib diikuti oleh 146 Mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018. mahasiswa ini akan memenuhi tiga jurusan atau program studi di polsky dengan komposisi kelas yaitu 3 kelas untuk program studi akuntansi, 2 kelas untuk program studi teknik informatika dan 1 kelas  untuk program studi teknik pendingin dan tata udara. akan diadakan random kelas antara mahasiswa yang diterima dengan jalur prestasi ataupun berbayar. pemetaan kelas yang dilakukkan tujuannya yaitu untuk mengukur kemampuan akademik dan emosional calon mahasiswa dalam menentukan program studi yang menjadi pilihan dan minat yang akan ditekuni oleh calon mahasiswa baru tersebut. karena kebutuhan calon mahasiswa terhadap ilmu yang ingin ditekuninya tergantung pada usaha, kemampuan dan antusiasnya dalam memenuhi standar aturan yang telah ditetapkan oleh politeknik sekayu. jika hal tersebut belum bisa dipenuhi, sebagai kelayakan dan administrasi seleksi tes, maka akan menjadi kendala tersendiri bagi calon mahasiswa tersebut. contoh : program studi teknik informatika, mengharuskan calon mahasiswa-nya untuk tidak buta warna. sebagai syarat menempuh kredit semester mata kuliah-mata kuliah tertentu. dan hari ini diksarlin pun telah selesai dilewati oleh calon mahasiswa baru politeknik sekayu. setelah melewati rangkaian tes. maka, resmilah kalian menjadi generasi polsky yang akan menimba ilmu selama 3 tahun, dengan mengikuti aturan dan norma akademik perguruan tinggi yang telah disahkan. selamat berjuang dan tetap semangat. terimakasih pada semua tim kademik,panitia dan pelatih, yang telah mendukung dan menghantarkan siswa/i menjadi mahasiswa/i.

 

 

 

Posted in akademik, pendidikan | Tagged | Leave a comment

Deskripsi Diri Serdos I 2017

berikut merupakan lanjutan dari tulisan saya terdahulu tentang sertifikasi dosen, ketahap D5 penyusunan deskripsi diri. deskripsi diri yang saya susun ini merupakan tulisan yang boleh dikatakan sederhana tapi bermakna…
1. UNSUR A : pengembangan kualitas pembelajaran

1. usaha kreatif

Alhamdulillah, sebagaimana telah disebutkan dalam Al-quran surat ibrahim ayat 7, tentang nikmatnya dalam bersyukur, maka akan ditambah kebaikan untuknya. Berbekal dari latar belakang kehidupan keluarga yang berprofesi sebagai guru, menjadi sebuah pengalaman dan pilihan hidup yang memiliki cerita tersendiri bagi saya. Sedari kecil diberikan pengajaran dan arahan dirumah, sehingga menjadi sebuah keputusan yang menyenangkan untuk memilih profesi sebagai tenaga pendidik (dosen) bagi saya. Beberapa usaha kreatif yang saya lakukan, untuk mewujudkan komposisi pembelajaran 40% teori dan 60% praktek pada institusi tempat saya bekerja adalah : dengan cara, Pada pembukaan kuliah perdana, saya memberikan informasi berupa arahan pada mahasiswa/i , apa sebenarnya tujuan mereka kuliah di perguruan tinggi, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk menggapainya. Memberikan ceramah motivasi sebagai pembuka matakuliah dikelas dan beberapa mahasiswa/i yang saya dukung semangat mereka secara intensif minimal lima kali dalam satu semester, menjadwalkan pertemuan dengan saya selaku dosen pembimbing akademiknya, yang saya implementasikan dengan contoh nyata kehidupan yang sukses dunia dan akhirat dengan mengkorelasikan kemampuan akademik dan kecerdasan spiritual. Seperti para sahabat dan sahabiah baginda nabi Rosulullah SAW, yang muda belia mendunia dan harum diakhirat. Usaha kreatif lainnya yang saya lakukan untuk mendukung pembelajaran adalah dengan memanfaatkan virtual kelas berupa elearning http://www.edmodo.com dengan alternatif akses menggunakan blog pribadi saya di https://mairzaid.wordpress.com yang bertujuan untuk memberikan informasi berupa bahan ajar, diskusi, dan artikel tulisan. Artikel tulisan lain yang saya postkan di http://ilmukomputer.org dan http://www.academia.edu beberapa diantaranya menjadi top kategori, dan juga penelitian yang saya publikasikan dari kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang saya lakukan melalui http://jurnal.polsky.ac.id/ yang saya tautkan diblog saya, sebagai bahan pengayaan bacaan bagi mereka. Hal lain yang saya lakukan adalah dengan membuat grup di whatsapp, dimana saya selaku administratornya untuk melakukan monitoring kegiatan yang berhubungan dengan pembelajaran dan membuatkan presentasi online dan offline yang menarik bagi mereka. Diakhir semester saya memberikan hadiah kepada satu dari mereka yang saya nilai produktif dan baik.

2. dampak perubahan :

Dengan memanfaatkan media dan teknologi yang disediakan, membuat pekerjaan saya terasa lebih ringan dan mudah. Kemudahan tersebut juga dialami oleh para mahasiswa, karena apa yang ingin mereka dapatkan telah saya postkan melalui tulisan-tulisan, berupa informasi yang tersistem yang bisa diakses melalui komputer atau laptop ataupun smartphone. Seperti pendistribusian bahan perkuliahan, rencana perkuliahan, kontrak perkuliahan, persentase kehadiran, tugas, quiz, uts dan uas, sampai pada rumusan untuk mendapatkan nilai akhir. Pertanyaan pertanyaan yang tertinggal pada saat kelas berlangsung, sering dilontarkan melalui media group yang saya manajemen. Sehingga semangat belajarpun timbul melalui motivasi dan reward bagi mahasiswa/i yang saya anggap produktif. Blog, elearning, dan beberapa web rujukan yang saya gunakan untuk mendukung pembelajaran sangat memberikan perubahan bagi diri saya dan mahasiswa/i saya. Dampak perubahan tersebut adalah menjadi terbiasanya saya dalam menulis, disetiap saat dan waktu untuk selalu memberikan informasi dan berbagi, karena sharing is caring. Sebagaimana perkataan Rosulullah SAW qoyyidul ilma bil-kitabi (Hr : Ibnu Abdil Barr dari Anas bin Malik). Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, yang saya jadikan sebagai brand dipojok kiri atas blog saya tie up science by sharing. Sebagai seorang hamba yang berprofesi sebagai dosen, sudah sepatutnya bagi saya untuk melakukan publikasi, berkarya, berbagi pengalaman dan ilmu. Hal itupun juga dilakukan oleh mahasiswa/i saya dengan melakukan publikasi karya mereka melalui media sosial, situs web untuk berbagi video (youtube) dan grup, dan beberapa dari karya yang mereka publish saya ambil sebagai salah satu kriteria nilai akhir, pada matakuliah yang saya ampu.

3. kedisiplinan :

Waktu adalah pedang. Jika masa muda tidak dimanfaatkan dengan kebaikan, maka waktu muda akan habis juga tapi tidak untuk kebaikan. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat Al Quran seperti Qs Al-Ashr, Qs As Syam, Qs Adh Dhuha, yang mengimplementasikan tentang waktu. Disiplin adalah teknik bagaimana cara mengelola waktu. Sebagai seorang pendidik, saya mengajak mahasiswa saya untuk menerapakan disiplin sesuai dengan aturan yang ada pada institusi tempat saya bekerja. Teknik yang saya lakukan dalam manajemen waktu adalah : (1) Disiplin mengikuti standar operasional prosedur pada institusi dengan cara absen kehadiran hari kerja sesuai dengan yang dijadwalkan (senin – jumat). (2) Disiplin dengan merealisasikan pertemuan selama 19 minggu dalam satu semester. minggu ke 18 ujian praktikum dan minggu ke 19 ujian teori. Jika ada hari libur nasional, maka perkuliahan saya ganti dihari lain dengan kesepakatan bersama (3) Disiplin melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan selama satu semester. (4) Disiplin menyusun materi bahan ajar kedalam sebuah file ebook, video, multimedia, ppt atau buku cetak yang memiliki ISBN (International Standard Book Number) yang terdiri dari 13 digit deret angka yaitu 9786024018863, atau bahan ajar cetak yang tidak dipublikasi melalui penerbit.(5) Memberikan penilaian terhadap hasil belajar dengan komposisi empat kali tugas, empat kali quiz, satu kali UTS dan satu kali UAS. Dengan persentase tugas dan quiz 40%, UTS dan UAS 60%. Hasil penjumlahan dari nilai akhir UTS dan nilai akhir UAS dibagi 2, menjadi final untuk nilai akhir matakuliah kuliah disemester tersebut. (6) Kontrol kegiatan belajar mahasiswa dengan memonitoring evaluasi materi dan absensi. (7) Memberikan kompensasi terhadap mahasiswa yang tidak masuk perkuliahan tanpa ada keterangan dan terlambat masuk kelas. (8) Mahasiswa dengan kehadiran dibawah 80% maksimal mendapatkan nilai C, sesuai dengan kebijakan peraturan akademik yang telah disahkan oleh pimpinan. (9) Disiplin dalam memenuhi tri dharma perguruan tinggi berupa penelitian minimal satu kali dalam setahun. Melakukan pengabdian pada masyarakat. (10) Disiplin menulis artikel di blog saya, dengan share informasi atau kegiatan, minimal 1 artikel dalam satu bulan. (11) Disiplin posting tulisan di http://ilmukomputer.org minimal 2 tulisan dalam 1 semester.(12) dan disiplin dalam mengelola program studi.

4. keteladanan :

Sebagai seorang muslim yang negeri dan institusi tempat saya bekerja adalah mayoritas muslim, maka hal yang terbaik adalah mencontoh orang yang paling baik dunia akhirat, kekasih pencipta dua alam, baginda Rosulullah SAW. Walaupun tidak sesempurna sahabat yang mencontohnya. Saya akan tetap belajar, berusaha dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Berbekal latar belakang kehidupan masa kecil yang dibekali dengan agama, sekolah, ngaji, hafalan dan dididik dengan agama dirumah, menjadi pondasi awal ditanah rantau dengan mengikuti intensif belajar agama dipondok pelajar mahasiswa dan tahfidz yogyakarta. Hal ini menjadikan nilai plus, ketika saya diberikan kesempatan untuk kuliah dan mondok. Ilmu yang tidak saya dapatkan di pendidikan formal, saya dapatkan dipondok pesantren. Tentunya tidak sedalam orang-orang yang ahli dibidang keagaaman, tapi insyaAllah saya bisa membedakan hal-hal yang baik menurut agama, mana yang tidak. Dampaknya sangat bermanfaat sekali, setelah saya menikah, berkeluarga dan terjun didunia kerja. Salah satunya adalah diberikan kekuatan untuk menyampaikan ceramah dimimbar kampus, masjid atau mushola. Hal sederhana ketika saya berada dilingkungan kampus adalah menegur mahasiswa/i yang menggunakan pakaian ngepres dengan perkataan yang sopan, menyebarkan salam, mengajak seluruh sivitas akademika dilingkungan kampus untuk meramaikan mushola, mengisi pengajian atau talim diasrama mahasiswa, sharing sambil makan gorengan di mushola asrama mahasiswa dengan para mahasiswa, di undang oleh lembaga dakwah kampus untuk memberikan motivasi atau ceramah agama di hari-hari besar islam, memimpin doa diacara-acara formal sampai pada acara buka bersama bulan ramadhan. Menjadi diri sendiri, satukan kata dengan perbuatan lebih menyenangkan dan enjoy. Walaupun sebenarnya spesifik keilmuan saya bukan pada Agama islam, namun saya dipanggil ustad oleh para rekan dan mahasiswa. Ini merupakan tantangan dan sekaligus ujian bagi saya untuk komitmen dan konsisten pada sifat dan keteladan.

5. keterbukaan terhadap kritik:

Sangat manusiawi sekali, dan manusia tempatnya salah dan lupa. Keterbukaan terhadap saran dan kritik untuk progress kehidupan saya, sangat saya harapkan. Contoh nyata ketika saya dipanggil oleh atasan saya dan berbicara secara tatap muka berdua dan bliau menyampaikan kritik dan sarannya tentang ajakan saya terhadap mahasiswa (laki-laki) untuk menemani saya beritikaf dimasjid akhir pekan (sabtu-minggu), yang mana melibatkan masyarakat tempatan juga. Tujuan saya sebenarnya baik dan tidak menggangu perkuliahan, karena perkuliahan dijadwalkan hari senin-jumat. Akan tetapi setelah kegiatan tersebut selesai, beberapa minggu setelahnya, kabar tersebut diketahui oleh atasan saya, dan atasan saya kurang menyetujuinya, untuk dilakukan secara rutin, dengan alasan kekhawatiran bliau terjadinya kecelakaan dijalan, dan saran bliau dengan cara mengundang penceramahnya ke kampus. Alhamdulillah sudah beberapa bulan, saya undang penceramah baik dari penceramah lokal, nasional ataupun internasional (india, madinah dan srilangka) yang pernah mengisi ceramah di aula asrama mahasiswa. Tentunya dengan adanya koordinasi antara saya, lembaga dakwah kampus (LDK) dan bagian kemahasiswaan. Walaupun saya bukan pembina LDK, namun saya selalu membuka diri ketika mahasiswa membutuhkan saran, ide atau tanggapan dari saya. Hal lain kritikan dari mahasiswa adalah ketika saya menjelaskan materi terlalu cepat. Maka antisipasi yang saya lakukan adalah memberikan pertanyaan pada mahasiswa bagian apa yang tidak dipahami dan saya mengulangi penjelasannya.

2.UNSUR B : pengembangan keilmuan/keahlian

6. publikasi karya ilmiah :

Tri dharma perguruan tinggi merupakan tugas utama saya selaku dosen tetap di Politeknik Sekayu, untuk mewujudkan kualitas dan produktivitas kinerja dalam mengupgrade dan mentransformasikan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang melatarbelakangi saya untuk mengatur waktu dengan periode tertentu mempublikasikan karya ilmiah melalui postingan tulisan di berbagai media web. Beberapa tempat media yang saya gunakan untuk berbagi adalah http://jurnal.polsky.ac.id/index.php/tips/search/search?simpleQuery=zaid+romegar+mair&searchField=query dengan kata kunci Zaid Romegar Mair. Saya juga mempostingkan publikasi saya di https://mairzaid.wordpress.com dan tetap menautkannya kesumber asal pada portal jurnal Politkenik Sekayu. Jurnal saya yang pertama tentang pembuatan mini tools forensik mobile berbasiskan web, untuk menganalisa dan menentukan probabilitas spaming pada pesan pendek dengan metode bayesian. Jurnal yang kedua dengan judul Sistem Informasi SMA Negeri 2 Plakat Tinggi Berbasis Web. Jurnal saya yang ketiga yaitu Sistem Informasi Penjualan Online Vitri Batik Collection. Ketiga jurnal tersebut diatas merupakan pebelajaran untuk menambah wawasan bagi saya untuk terus berkembang dan produktif dalam menghasilkan karya dan publikasi ilmiah. Beberapa artikel pula diantaranya saya postingkan melalui http://www.academia.edu.

7. makna dan kegunaan :

Penelitian pertama yang saya lakukan secara mandiri, pada jurnal kesatu memiliki makna bahwa, tindak kejahatan yang dilakukan dengan smartphone melalui sms pada jenis smartphone tertentu dapat diketahui dengan menganalisanya dengan sistem yang saya buat. Pada penelitian tersebut jenis smartphone yang saya gunakan adalah samsung S III mini, asus T00J dan samsung galxy young. Dapat dilakukan pengujian terhadap memori internal dengan mengikuti langkah dasar forensik dalam melakukan pananganan kasus secara digital. Sehingga dari penelitian saya tersebut dapat disimpulkan bahwa, mini tool yang saya buat dapat dijadikan sebagai referensi bagi kepolisian untuk mencari barang bukti dalam memberikan keputusan terhadap tindak kejahatan berbasiskan mobile. Pada jurnal kedua ini, penyusunan perancangan sistem dilakukan dengan metode model linier sequential. Keterbatasan informasi yang didapatkan oleh masyarakat atau pihak luar, begitu juga dengan guru ataupun murid. Sehingga diperlukan sebuah sistem informasi untuk menjawab tantangan tersebut. Sehingga setelah sistem tersebut selesai dibuat maka dapat dilakukan akses terhadap kegiatan belajar dan mengajar sekolah. Seperti data guru, data siswa, materi ajar, data mapel, silabus, data alumni, data kelas, artikel, pengumuman, galeri buku tamu dll. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, sistem yang kami buat mempermudah pihak sekolah dalam menyampaikan informasi pada masyarakat. Pada penelitian yang ketiga ini, datang dari sebuah toko batik, yang memerlukan media online untuk mempromosikan dan menjual produknya melalui internet. Maka dibuatlah sistem penjualan online untuk memenuhi permintaan customer. Metode yang didigunakan adalah metode prototype. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemudahan informasi yang didapat oleh customer toko batik untuk datang dan membeli produk yang dipromosikan.

8. nilai inovatif

Pada penelitian saya yang pertama, merupakan ilmu baru bagi saya, karena berhubungan dengan digital forensik yang mengarah pada mobile. Dimana dalam implementasi tahapan prosedur yang dilakukan, mengikuti tahapan forensik dalam extrak data yang akan dianalisa pada sistem yang dibuat. Namun saya tetap berusaha, berjuang dan terus belajar, dalam menumbuhkan ide-ide kreativ dan inovatif, dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dari penelitian pertama, nilai inovatifnya adalah menghitung frase dan probabilitas spam pada pesan pendek dengan metode bayesian, terhadap file capture sms.csv dengan menggunakan Aflogical-OSE (android forensik yang digunakan untuk ekstrak data pada device), yang diimport pada sistem yang dibuat. melakukan pengkategorian frase yang tepat, untuk menghasilkan produk keilmuan yang inovatif. Pada penelitian yang kedua nilai inovatifnya adalah selesainya permasalahan yang terkendala yang kurang efektif dan efisien sekolah dalam melakukan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, pihak luar ataupun internal sekolah sendiri. Pada penelitian ketiga, nilai inovatifnya adalah terjadinya hubungan antara penjual dan pembeli melalui media toko online yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

9. konsistensi :

Berbekal ilmu komputer dan pernah menjadi instruktur di lembaga ramoja komputer course, selama 2 tahun dimasa SMA. Membuat saya, tetap berfikir mantap konsisten untuk melanjutkan sekolah diperguruan tinggi dengan latar belakang rumpun keilmuan komputer. Sehingga keputusanpun sampai pada pilihan teknik informatika program sarjana di UAD dan master of computer science sebagai program pascasarjana di UGM. Alhamdulillah, masih satu rumpun keilmuan. Setelah selesai dari S2, saya diberi kepercayaan untuk menjadi dosen tetap di politeknik sekayu. Terkait penelitian dan pengabdian pada masyarakat, saya masih konsisten dengan kemampuan dan keahlian yang saya miliki. Dalam penelitian saya pertama merupakan hal yang baru bagi saya, dalam bidang digital forensik yang lebih menjurus pada mobile/smartphone. Hal yang baru tersebut bukan berarti saya tidak konsisten dalam bidang ilmu yang saya kuasai, melainkan untuk melakukan pengembangan kemampuan secara berterusan belajar dan belajar, pengayaan, referensi, pengabdian masyarakat dan publikasi. Karena telah menjadi tugas pokok saya sebagai seorang dosen, untuk melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, yang tidak hanya terpaku pada mengajar saja.

10. target kerja :

Tujuan utama adalah menjadi seorang hamba yang berprofesi sebagai dosen, karena rasa senangnya terhadap kedua orang tua saya yang berprofesi sebaga guru. Sehingga timbul rasa cinta untuk berkarya dan berprofesi sebagai dosen. Guru dan dosen adalah sama-sama sebagai pendidik, hanya jenjang yang membedakan. Tapi saya suka dengan profesi saya sekarang. Target utama saya ketika saya diangkat menjadi dosen tetap politeknik sekayu adalah membagi masa produktif usia saya dengan beberapa garis besar capaian. Tahapan tersebut saya tuliskan dalam map road my carier diluar rutinitas sebagai dosen. Tahapan pertama yaitu tahun pertama-tahun ke dua sejak diangkat sebagai dosen tetap :(1) melakukan pengajaran dan tri dharma dengan baik sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku pada institusi saya. (2) Mendapatkan NUPN dan menyusul ke NIDN. (3) Mengurus JJA. (4) dan TOEFL 550. Alhamdulillah, tahapan ini mayoritas berjalan mulus. Kecuali no empat. Tahap kedua yaitu tahun ketiga-tahun ketujuh sejak SK dosen tetap yaitu : (1) Membuat buku ajar ISBN dan berlanjut. (2) Mengikuti sertifikasi dosen dan lulus, Aamiin. (3) Mendapat hibah PDP dan berlanjut. (4) 4 jurnal internasional bereputasi dan 3 jurnal nasional akreditasi. (5) Berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah nasional atau internasional (6) Mengusulkan jabatan fungsional ke lektor. No satu sudah tercapai satu buku ISBN 9786024018863. Sedangkan no dua sedang dalam proses. Tahapan yang akhir adalah menyelesaikan program doktor di usia 40 tahun insyaAllah. Selanjutnya menghafal Al-Quran dll. Saya selalu berdoa semoga ada keberkahan dan kebaikan setiap apa yang saya rencanakan, dan dengan upaya sungguh-sungguh untuk mencapainya.

3.UNSUR C : pengabdian kepada masyarakat

11. kegiatan PKM

Sebagai seorang pendidik, telah menjadi kewajiban saya untuk memenuhi tri dharma perguruan tinggi, salah satunya adalah dengan melakukan pengabdian pada masyarakat. Pengabdian masyarakat yang saya lakukan baru satu kali, dan menjadi anggota tim. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah membantu pihak SD Negeri 8 sekayu, agar mampu menggunakan perangkat penunjang dalam menerapakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Memberikan motivasi pada guru-guru untuk dapat menguasai komputer secara optimal, yang dirancang dalam bentuk palatihan komputer dasar. Menghadapi hal tersebut tentunya guru-guru perlunya keahlian yang melebihi kemampuan siswanya. Sehingga tidak akan terjadi perbedaan yang kontras, dimana siswa lebih tahu dari pada gurunya. Kewajiban guru untuk mampu mengoperasikan komputer merupakan wujud dukungan untuk menyelesaikan tugasnya sebagai tenaga kependidikan. Manfaat dari kegiatan ini adalah guru-guru dan staf lebih mengenal komponen komputer dalam mengoperasikannya, dan juga mampu membuat form absensi, surat dinas, surat pribadi, struktur organisasi dan membuat slide materi yang menarik dengan mengkombinasikan unsur multimedia, yang digunakan untuk mendukung penjelasan bahan ajar.

12. dampak perubahan

Kualitas dan sumber daya guru dan staf pada SD Negeri 8 sekayu yang sadar akan perkembangan teknologi, masih tergolong sedikit yang mengetahuinya. Oleh karena itu, kegiatan PKM dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pendampingan belajar mengajar berupa pengenalan dan pemanfaatan teknologi informasi pada microsoft office 2007, yang terdiri dari Ms word, Ms excel dan Ms powerpoint. Pelatihan yang dilakukan secara berkala dengan praktek pada 28 guru dan staff dan 3 instruktur, memberikan dampak yang baik bagi sekolah. Mempunyai dampak perubahan yang dirasakan oleh para peserta tersebut, salah satunya yaitu terdapat kemudahan dalam melakukan perhitungan nilai akhir siswa dengan formulasi yang diajarkan. Salah satu kemudahan lainnya pada pemanfaatan ms word adalah membuat format surat undangan resmi dan amplop yang diprint dengan mencantumkan nama dan tujuan surat tersebut. Sedangkan dalam pemanfaatan ms powerpoint, para peserta bisa memanfaatkannya sebagai alternatif untuk penjelasan bahan ajar pada siswa dengan memanfaatkan suara, gambar, text, animasi, audio dan video yang digabung dalam format ppt. Bentuk pengabdian pada masyarakat lainnya yang tidak formal adalah melakukan ceramah, tausiah dan talim yang saya lakukan setiap selesai sholat subuh berjamaah dimushola dekat rumah saya. Dengan tema berupa keutamaan sholat berjamaah dimana azan dikumandangkan, keutamaan dzikir, keutamaan baca al qur’an, keutamaan ramadhan, keutamaan membantu saudara sesama muslim. Kegiatan ini saya lakukan sejak saya pindah rumah mulai bulan januari 2016 sampai dengan saat ini. Alhamdulillah rata-rata jamaah tetap duduk sejenak dan diam untuk mendengarkan beberapa firman Allah SWT dan hadits nabi SAW.

13. dukungan masyarakat

Dalam melakukan pengabdian pada masyarakat, sangat penting adanya dukungan dari masyarakat tempatan untuk lancarnya program yang akan dijalankan. Guru-guru dan staf yang bermukim disekitar sekolahan merupakan wakil dari masyarakat sekitar. Salah satu bukti dari dukungan masyarakat adalah adanya sosialisasi dari pihak sekolah kepada masyarakat dengan membuat plakat dan spanduk, juga cerita dari mulut ke mulut para ibu-ibu guru. Sehingga ada juga guru dari sekolah lain yang ikut berpartisipasi sebagai peserta, yang menjadi teman dari ibu guru yang mengajar di SD Negeri 8 tersebut. Pada kesempatan lain, yang menurut saya juga bisa dikatakansebagai pengabdian pada masyarakat adalah butuhnya masyarakat tempatan dalam siraman rohani yang saya kemas dengan talim dan ceramah singkat setelah sholat subuh berjamaah di mushola dekat rumah saya. Kegiatan ini sudah satu tahun lebih berjalan. Sehingga menjadikan mushola tersebut hidup dengan adanya amal agama berupa ta’lim wa ta’lum (belajar dan mengajarkan) tentang ilmu agama dengan rujukan kitab yang bisa dipertanggungjawabkan.

14. kemampuan berkomunikasi

Kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi merupakan hal yang sangat inti dalam proses penyampaian informasi. Karena kesalahan dalam menyampaikan informasi menjadikan kurang baiknya kesan yang diterima. Alhamdulillah, karena salah satu hobi saya adalah berkunjung dan bersilaturhami kepada keluarga, saudara, teman, pejabat dan handai tolan, yang berbekal dari pengalaman waktu mondok di pondok pesantren sirajul mukhlasin untuk para pelajar mahasiswa dan tahfidzh di yogyakarta, yang merupakan cabang dari pondok pusat dipayaman magelang jawa tengah. Mewajibkan para santrinya untuk datang berkunjung ke rumah warga setempat minimal 2 kali dalam seminggu untuk meyampaikan agama. Maka terlatih pula gaya bicara saya dan bahasa yang terstruktur. Penempatan bahasa seolah-olah tersetting di kepala untuk siapa sebenarnya informasi ini disampaikan (sejawat, lebih muda, lebih tua atau sepuh). Berkaitan dengan kegiatan PKM, awal nya terjadi hubungan karena adanya komunikasi. Waktu itu teman sejawat saya menawarkan untuk melakukan pengabdian di SD Negeri 8. Informasi yang didapatkan karena ada keluarga teman saya yang bekerja sebagai staf di SD N 8 tersebut. Karena pihak sekolah memerlukan pelatihan untuk guru dan staf untuk kepentingan pemahaman teknologi informasi. Sehingga komunikasipun berlanjut dengan mendatangi langsung pihak sekolah dan jajarannya disekolah. sebagai tempat untuk pendistribusian ilmu pengetahuan. Hal tersebut saya lakukan dengan mengajak rekan sejawat saya untuk mendatangi langsung pihak sekolah. Hingga terciptalah kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan perguruan tinggi.

15. kemampuan bekerjasama :

Membangun komunikasi yang baik akan menimbulkan kerjasama yang baik yang berkesinambungan. Adanya kerjasama yang baik dapat memberikan kemudahan-kemudahan dikemudian hari. Contoh implementasi yaitu ketika melakukan pengabdian kepada masyarakat dan publikasi penelitian. Saya selaku tim pengabdian pada masyarakat melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggungjawab dan termotivasi untuk tetap berkarya demi kebutuhan masyarakat. Karena ini merupakan salah satu tugas dan tanggungjawab saya selaku pendidik. Begitu juga sebaliknya, para pesertapun merasa enjoy dan fresh dalam menerima penjelasan slide demi slide. Sehingga ilmu yang didistribusikan sesuai dengan capaian target yang diinginkan. Dalam melakukan publikasi penelitianpun demikian,saya selaku ketua program studi teknik informatika di Politeknik Sekayu, mengkoordinir dan membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait, untuk bekerjasama, sehingga pekerjaanpun terasa ringan dan menyenangkan, seolah merupakan satu tubuh. Jika salah satu dari bagian tubuh terasa sakit, maka semuanya akan merasakan sakit. Karena kebutuhan yang saling menguntungkan. Sehingga publikasi ilmiah yang terbit 2 kali dalam setahunpun bisa terealisasi dengan baik. Produktivitas dosen yang terjun langsung kemasyarakat, menunjukkan kredibilitas dan kepedulian perguruan tinggi dalam membangun eksistensi pandangan masyarakat terhadap perguruan tinggi tempat saya bekerja.
4. UNSUR D : manajemen/pengelolaan institusi

16. implementasi kegiatan dari usulan/pemikiran

Masa transisi yang saya hadapi, menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga dalam “map road my carier” di Politeknik Sekayu. Pasalnya setelah 2 tahun saya menjadi dosen tetap berdasarkan penetapan SK pimpinan. Kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Program Studi Teknik Informatika (Plt. KaProdi TI), yang berlangsung selama 2 bulan. Hingga akhirnya terpilihlah saya sebagai KaProdi TI dengan periode masa jabatan 2017-2020 dengan SK januari 2017. Penyesuaianpun saya lakukan, dengan mengadakan pertemuan-pertemuan rutin untuk kemajuan Prodi. Baik dengan internal kampus maupun dengan pihak kopertis wilayah dua. Salah satu contoh kegiatan dan implementasi usulan dari pemikiran yang saya lakukan adalah menanyakan dan konsultasi tentang nomenclature prodi TI kepada orang-orang yang punya kompetensi dibidang ini. Setelah dipelajari dan melakukan perbandingan, maka keputusanpun bulat untuk mengganti nama prodi Teknik Informatika, menjadi prodi Teknologi Informasi. Surat usulan penggantian namapun dikirim ke kopertis wilayah dua yang menaungi sumatera bagian selatan. Dengan melampirkan data yang diperlukan, atas sepengetahuan pimpinan dan ketua yayasan perguruan tinggi tempat saya bekerja. Sehingga kurikulumpun menyesuaikan kebutuhan yang ingin dicapai. Contoh lain yang saya lakukan adalah melakukan mapping plan terhadap rencana anggaran yang akan didistribusikan kepada dosen-dosen TI, dimana saya sebagai koordinator untuk mengatur pelaksanaan kegiatan tridharma perguruan tinggi berupa penelitian, penerbitan jurnal, penulisan buku ajar dan pengabdian pada masyarakat. Sehingga kegiatan tersebut dapatkan terserap dengan baik. Dan juga saya membuat kelompok belajar khusus untuk peningkatan score TOEFL dengan tenaga ahli dari institusi sendiri.

17. dukungan institusi

Dukungan institusi dalam menjalankan tugas pokok dosen khusunya tri dharma perguruan tinggi, sangat disambut antusias oleh pimpinan dan yayasan. Dengan memberikan anggaran terhadap penelitian, publikasi jurnal, penulisan buku ajar dan pengabdian pada masyarakat. Selalu diupayakan supaya kegiatan tersebut bisa terealisasi dua kali kegiatan dalam satu tahun. Selain menggerakkan dosen untuk produktif dalam berkarya, saya juga sering menghimbau dan memotivasi para dosen muda. Saya sebut dosen muda karena rata-rata usia mereka dan jenjang pendidikan selesai S2-nya lebih muda dari saya. Sehingga tidak begitu canggung bagi saya, karena sudah saya anggap sebagai teman sejawat sendiri. Walaupun sebenarnya saya tergolong muda juga. Komunikasi dan informasi selalu saya sampaikan demi kemudahan-kemudahan bagi mereka untuk berkembang dan mengurus jabatan fungsionalnya, dan saya menyarankan segera mengupgrade kualitas diri dengan selalu produktif dalam tugas sebagai pendidik. Dukungan unsur pimpinan untuk memfasilitasi institusi sangat bagus sekali, terbukti ketika ketua yayasan memanggil saya, dan mengkomunikasikan dan diskusi tentang rencana beliau untuk membuat cafe baca, program wajib bahasa inggris dilingkungan kampus dengan tema english corner, yang telah dilakukan penjajakan dengan Indonesia International Education Foundation (IIEF),sebuah lembaga pemegang lisensi test TOEFL ITP di Indonesia. Hingga pada konsep kampus berbasis teknologi. Bliau akan mengusahakan keinginan-keinginan tersebut terwujud suatu saat nanti.

18. kendali diri

Alhamdulillah islam akan tetap saya jadikan pondisi dalam mengarungi samudra kehidupan. Saya mengambil kutipan hadist soheh dari Rosulullah SAW yang artinya “orang kuat adalah bukan yang menang dalam mengalahkan lawannya pada saat berkelahi, tapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsunya ketika marah. Ayat ini memiliki makna tersendiri bagi saya dalam mengendalikan diri dikala suasana tegang dan mengalahkan keinginan nafsu ketika emosi memuncak. Hadist tersebut seolah terimplementasikan pada saat saya manajemen prodi dan melakukan pengajaran saat dikelas. Contoh (disembunyikan karena terkait dengan pimpinan saya, ^-^)

19. tanggung jawab

Tugas dan tanggungjawab saya semakin bertambah setelah diberi amanah untuk memimpin program studi. Namun hal tersebut saya jalani dengan penuh kesungguhan dan konsisten, dengan mengacu pada capaian dan target. Hal sederhana yang saya lakukan adalah melakukan kontrol kegiatan belajar mengajar, mengecek apakah dosen tersebut masuk mengisi materi dikelas atau tidak masuk tanpa pemberitahuan keprodi. Jika dosennya pada kelas tersebut belum standby dikelas, pada saat jam perkuliahannya. Maka saya masuk kedalam kelas tersebut, dengan mengabsen mahasiswa, menanyakan materi yang sudah pelajari, memberikan soalan, sharing dengan menanamkan nilai-nilai moral dan wawasan agama. Jika dosen tersebut masih belum datang juga dengan durasi waktu tertentu, maka saya memberikan tugas dengan menunjukkan salah satu mahasiswa / ketua kelas untuk mengkoordinir teman-temannya supaya memanfaatkan waktu yang kosong dengan berdisikusi, atau hal lain yang saya lakukan terkait persoalan diatas adalah dengan memanggil dosen lain untuk menugaskannya mengajar dikelas tersebut dengan matakuliah yang diampunya, jika dosen lain tersebut memiliki jam yang sama dengan dosen yang tidak datang dan dosen lain tersebut belum menggantinya, karena terkait hari libur nasional yang bertepatan dengan jadwal mengajarnya. Contoh lain yang saya lakukan adalah melaksanakan instruksi wakil direktur satu tentang refisi pedoman penulisan laporan Kerja Praktek (KP). Pedoman penulisan laporan KP tersebut saya selesaikan sesuai dengan waktu yang diinginkan oleh wakil direktur satu, yang kemudian disahkan oleh direktur Politeknik Sekayu.

20. keteguhan pada prinsip

Mengutip hadist Rosulullah SAW bahwa, muslim yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT dari pada Mukmin yang lemah. Hadist yang menjadi rujukan bagi saya dalam manajemen waktu dan mengelola diri, dengan artian bahwa satunya kata dan perbutan dalam merumuskan segala sesuatunya dalam kehidupan pasti ada efeknya. Jika itu baik maka akan membuahkan dan menuai hasil yang baik pula. Ketika sang pemilik waktu memberikan amanah kepada saya berupa tugas tambahan menjadi KaProdi TI dilingkungan kampus, maka saya konsisten menerapkan peraturan akademik yang ada. Contoh implementasi adalah ketika mahasiswa tidak bisa mencapai target dari serangkaian pembelajaran dalam satu semester, berarti mahasiswa tersebut siap menerima konsekuensinya. Misalkan kriteria penilai dalam satu semester adalah empat kali tugas, empat kali quiz, satu kali UTS dan satu kali UAS. Dengan persentase tugas dan quiz 40%, UTS dan UAS 60%, maka untuk mendapatkan nilai A, nilai akhir yang dicapai harus lebih besar atau sama dengan 81, dst. Mahasiwa yang kehadirannya kurang dari 80% mendapatkan nilai C. Prinsip yang saya tanamkan pada diri adalah mulai dari diri sendiri dan saat ini juga untuk optimalisasi potensi membentuk karakter produktif. Jika saya memberikan contoh dan hasil yang baik, maka yang lain akan mengikuti dan menirunya. Tentunya tidak terlepas dengan kepedulian, menjalin komunikasi, koordinasi, kontribusi saya dalam mengikuti kegiatan-kegiatan baik yang rutin ataupun berkala. Saya sering mengajak para rekan sejawat sekedar memberikan rangsangan dalam hal-hal kegiatan yang mendukung aktivitas mahasiswa diluar perkuliahan ataupun meningkatkan potensi diri.

5.UNSUR E : peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan

21. peran pada kegiatan mahasiswa

Selain kegiatan pokok pada tri dharma perguruan tinggi, saya juga aktif dalam kegiatan mahasiswa baik yang intra ataupun ekstra. Bagian intra yaitu dengan melakukan motivasi-motivasi disaat mereka bimbingan akademik, bimbingan kerja praktek ataupun bimbingan tugas akhir. Sesuai dengan SK institusi yang diberikan. Duduk bareng dan ngobrol santai diantara waktu sholat, menayakan bagaimana progres perkuliahan, diskusi tetang topik KP atau TA, membahas karya tulis ilmiah dan sebagainya. Baik diruangan saya ataupun dimushola kampus. Mereka bertanya, dan saya memberikan solusi berdasarkan kapasitas saya sebagai seorang dosen, ketua program studi dan pembimbing akademik ataupun pembimbing KP dan TA. Jika pertanyaan-pertanyaan mereka belum bisa saya jawab pada saat itu, maka saya akan mengkonsultasikannya dengan orang-orang yang berkompeten pada bidang tersebut, dikemudian hari berikutnya, baru saya utarakan alasan, penjelasan dan jawabannya. Contoh satu hal pertanyaan mahasiswa tentang penggunaan software bajakan, apa hukumnya dalam islam. Pertanyaan tersebut saya jawab berdasarkan pemahaman saya dan menjadi PR bagi saya, di minggu berikutnya baru saya menjawab berdasarkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Terkadang saya mengundang mahasiswa saya untuk datang kerumah sekedar mengobrol dan minum teh. Dalam kegiatan keagaman memperingati hari besar islam atau dies natalis, terkadang ada lomba-lomba, dan saya menjadi jurinya. Kegiatan yasinan mahasiswa setiap malam jum’at saya juga ikut berpartisipasi. Menjadi koordinator dalam pemilihan mahasiswa berprestasi , menjadi pembimbing karya tulis ilmiah. Saya merasa senang, dan sudah saatnya untuk mentransformasikan pengalaman kepada mereka. Bagian ekstra ini juga saya menghimbau pada mereka untuk membuat kelompok belajar diluar kegiatan perkuliahan, dan kegiatan ini berjalan. Secara berkala saya menanyakan kegiatan mereka dalam kelompok belajar.

22. implementasi peran

Peran saya sebagai dosen pembimbing yang juga diamanahi untuk memimpin program studi sebagai KaProdi, merupakan salah satu penentu arah capaian yang diinginkan. Contoh ketika mahasiswa saya bimbingan akan menghadapi tugas akhir, beberapa diantara mereka masih gamang untuk mengambil keputusan tentang topik apa yang ingin dijadikan judul. Maka yang saya lakukan adalah menjalin komunikasi dengan baik, menggali potensinya, kecenderungan minat dan hobi dan pemahaman terhadap materi. Kemudian setelah didapat informasi dari mereka kemudian saya rumuskan untuk mengambil beberapa alternatif pilihan, yang menurut saya sesuai. Pada akhirnya karena adanya satu pemikiran antara saya selaku pembimbing dan mahasiswa, maka ada rasa kesesuaian pilihan. Maka diangkatlah untuk menjadi topik TA. Kemudian saya arahkan mereka untuk mencari referensi, banyak membaca dan membuat peta rencana, menganalisa, merancang, implementasi, sampai akhirnya layak untuk diujikan. Contoh lain ketika mahasiswa memiliki ide untuk mengadakan acara peringatan isra’ mi’raj dan hari besar islam lainnya, maka koordinasi dan komunikasipun terjalin antara saya dan mahasiswa, dengan merencanakan, menyiapkan sampai pada implementasi dan doa penutup. Sehingga peran saya selaku dosen dan pembimbing, seolah menjadi sebuah energi baru bagi mereka dalam membangkitkan semangat untuk bergerak. Alhamdulillah, dukungan dari institusipun baik. Sehingga hal-hal positip tersebut, dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun karakter mahasiswa yang unggul dan berkepribadian.

23. interaksi dengan mahasiswa

Interaksi yang saya lakukan dengan mahasiswa yang utama adalah saat perkuliahan dan jam belajar. Dengan memanggil nama-nama sesuai urut absen dua kali dalam satu pertemuan (absen pembuka dan absen penutup). Untuk memastikan bahwa mereka hadir full dihari perkuliahan saya. Sering saya lakukan dengan menyebut beberapa nama diantara mereka secara random dalam setiap beberapa pertemuan kelas untuk menanyakan materi, menjelaskan ulang slide, atau sekedar menyapa saja. Interaksi dengan mahasiswa yang sedang TA dan KP dilakukan pada saat mereka bimbingan. Sebagai seorang dosen yang memiliki tugas tambahan memimpin program studi, pembimbing akademik, KP dan TA, saya sering mengingatkan dan share, bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan pengetahuan saja, melainkan kemampuan kita dalam mengelola diri, hubungan dengan orang lain dan juga kemampuan dalam ketaatan pada yang menciptakan kita, dengan kesungguhan dan doa. Diluar jam kuliah jika berpapasan di lingkungan kampus, tak segan saya menanyakan kabar, senyum, menanyakan progress karya ilmiah dan menanyakan pengumuman lomba. Saya berusaha untuk menjaga komunikasi dengan memanfaatkan teknologi berupa e-learning, blog, email, media sosial dan grup whatsapp yang saya manajemen, atau mereka bisa mengirim pesan melalui sms dan telpon. Media-media tersebut saya gunakan untuk memonitoring pekerjaan mahasiswa diluar lingkungan kampus, mengupdate informasi, pengumuman dan pemberitahuan.

24. manfaat kegiatan

Interaksi yang saya lakukan dengan mahasiswa baik didalam kelas dengan memanggil nama sesuai daftar absen dan pertanya, ataupun diluar kelas dengan aktif berupa sapaan dan senyuman, menjadi sebuah ciri tersendiri bagi saya. Karena dengan metode tersebut mudah bagi saya untuk mengenali wajah dan mengingat nama-nama mereka. Begitu juga sebaliknya. Cara lain yang saya lakukan untuk tetap menjaga komunikasi dengan mereka yaitu dengan memanfaatkan teknologi dalam distribusi informasi dan update pengetahuan. Sehingga dengan cara-cara tersebut diatas terlihat bibit-bibit mahasiswa yang memiliki kesungguhan dalam belajar dan punya potensi untuk dikembangkan. Begitu banyak manfaat jika kita terlibat dalam kegiatan-kegiatan diluar perkuliahan misalnya menjadi pengurus BEM, menjadi pengurus HIMPTIK, membuat kelompok belajar dan aktif dalam kegiatan keagamaan LDK. Sehingga pembelajaran yang didapat tidak hanya dikelas saja, tetapi diluar kelaspun mereka mendapatkan ilmu, pengalaman, teman, relasi/link dan teknik manajemen waktu. Karena belajar di waktu muda ibarat menulis diatas batu, akan tetap ingat dan menjadi sumber pengalaman untuk diceritakan dalam sejarah kehidupan diri. Dikenalnya institusi dan perguruan tinggi oleh pihak luar adalah salah satunya karena kegiatan-kegiatan dan prestasi mahasiswa dalam berorganisasi dan karya, sebagaimana aktivitas diatas.

demikianlah DD pengalaman mengajar yang saya alami, alhamdulillah setelah menunggu kurang lebih 2 bulan,, panitia  memberikan informasi bahwa peserta dengan nama :

Posted in karir dosen | Tagged | Leave a comment